Inilah Bentuk-Bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Inilah Bentuk-Bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga, ciri-ciri kekerasan dalam rumah tangga, kdrt, bentuk siksaan kdrt
Apa perbedaan antara konflik normal dengan kekerasan dalam rumah tangga? Konflik adalah bagian dari setiap hubungan intim, itu sebabnya keterampilan mengatasi konflik penting untuk dikuasai setiap pasangan. Kekerasan dalam rumah tangga, bagaimanapun tidak memiliki tempat dalam hubungan yang sehat, apakah itu  pasangan berkencan, bertunangan, ataupun menikah.

Apa itu kekerasan dalam rumah tangga?
Kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap jenis perilaku yang digunakan seseorang, atau ancaman yang digunakan seseorang untuk mengontrol pasangan intim. Dua elemen kunci adalah ancaman dan kontrol. Pelaku kekerasan dalam rumah tangga sebagian besar adalah pria. Pria kasar berasal dari semua lapisan masyarakat. Mereka mungkin berhasil dalam karir mereka dan dihormati dikomunitas mereka. Pria yang kasar memiliki beberapa karakteristik umum. Mereka cenderung cemburu, posesif dan mudah marah. Banyak pria yang kasar percaya bahwa perempuan lebih rendah. Mereka percaya bahwa laki-laki yang dimaksudkan untuk mendominasi dan mengontrol perempuan. Biasanya, orang-orang kasar menyangkal akan pelecehan yang terjadi atau mereka mengurangi kesalahan mereka. Mereka mungkin menyalahkan pasangan mereka karena melanggar dengan mengatakan karena dialah penyebabnya melakukan tindak kekerasan. Korban dari kekerasan dalam rumah tangga sebagian besar adalah wanita. Tetapi wanita sering kali memilih tetap tinggal bersama pelaku kekerasan karena mereka takut. Mereka takut bahwa pelaku akan menjadi lebih keras jika mereka mencoba untuk meninggalkannya. Beberapa wanita khawatir bahwa mereka akan kehilangan anak-anak mereka.  Berikut bentuk- bentuk kekerasan dalam rumah tangga :

1. Fisik

Tindakan kekerasan seperti memukul, mendorong, dan menendang. Dalam banyak kasus kekerasan fisik menjadi lebih sering terjadi dan makin parah dari waktu ke waktu.

2. Seksual

Tindakan seksual yang dipaksakan oleh pasangan kepada pasangannya.

3. Psikologis

Termasuk berbagai perilaku seperti intimidasi, mengisolasi korban dari teman dan keluarga, mengendalikan kemanapun korban pergi, membuat korban merasa bersalah atau gila, dan membuat tuntutan yang tidak masuk akal

4. Emosional

Meremehkan pasangan, kritik yang terus menerus, penghinaan, ejekan, dan nama-panggilan yang kurang pantas.

5. Ekonomi

Contohnya membatasi akses korban untuk pendapatan keluarga, mencegah korban dari bekerja atau memaksa korban untuk bekerja, menghancurkan benda milik korban, dan membuat semua keputusan keuangan sendiri.


0 Response to "Inilah Bentuk-Bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga"

Post a Comment